Tampilkan postingan dengan label TAHUKAH KAMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAHUKAH KAMU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 September 2017

Kim Jong-un Ngakak Lihat Meme Setya Novanto Terbaring Lemah

Kim Jong-un Ngakak Lihat Meme Setya Novanto Terbaring Lemah


Beredarnya foto Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto yang terbaring lemah di sebuah ranjang rumah sakit memang menimbulkan beragam respons publik, khususnya para pengguna jejaring sosial.


Baca Juga 

Baca Sebelum Di HAPUS, Berikut Pesan Telak KOPASSUS Untuk PKI Yang Sekarang Mulai Bangkit !! Jangan Tinggal Diam Saudaraku Bagikan sekarang



Setnov--panggilan akrabnya memang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Premier, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun sayangnya, warganet menemukan kejanggalan dalam foto tersangka dugaan korupsi megaproyek e-KTP itu.
Kejanggalan itu sontak membuat warganet berbondong-bondong menjadikan foto tersebut sebagai objek meme mereka. Warganet bahkan menggunakan tokoh superheromaupun kartun dalam meme tersebut. Selain itu, mereka juga tak lupa mencantumkan kalimat yang menyindir hingga menimbulkan tawa.
Penasaran dengan meme-meme yang dibuat anonim medsos? Berikut meme Setya Novanto yang berhasil Citizen6 Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber. Siap-siap tergelitik ya.






Senin, 25 September 2017

Keluarga Jenderal Ahmad Yani Tak Terima di ILC Ada Yang Bilang Tak Ada Penyiksaan



TV One di acara APA KABAR INDONESIA PAGI, Kamis (21/9/2017), baru saja siaran langsung dari rumah kediaman Jendral Ahmad Yani.

Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani yang menjabat Menteri/Panglima Angkatan Darat merupakan salah satu yang dibunuh PKI dalam pemberontakan G30S/PKI.

Dalam LIVE TvOne tadi, putra dan putri almarhum sedang berkumpul di rumah yang kini dijadikan musium dan tata letaknya tidak diubah, tetap seperti kejadian pada dini hari 1 Oktober 1965.

Putra ke-8, Pak Edi, yang dalam film disuruh membangunkan bapaknya oleh Pasukan Tjakrabirawa (pasukan penculik jenderal), bercerita kronologis kejadian. Ditemani kakaknya, Pak Untung, yang juga ikut menyaksikan.

3 Putri, yaitu anak ke-4, 5 dan 6, yang saat itu kelas 3 SMP, kelas 2 SMP dan kelas 1 SMP. Juga hadir putri pertama.

Putra ke-7, Pak Untung sampai terbawa emosi kesedihan yang mendalam ketika mengenang kembali peristiwa 52 tahun lalu. Beliau menangis mengingat dan menceritakan bagaimana ayahnya diseret setelah ditembaki.

Pasukan Tjakrabirawa yang masuk ke rumah mereka memang tidak sampai 10 orang. Tapi yang mengepung sekitar rumah jumlahnya ratusan.

Putra putri almarhum Ahmad Yani sakit hati sekali menonton ILC, dimana ada yang mengatakan TIDAK ADA PENYIKSAAN.

Bagaimana mungkin di Lubang Buaya tidak ada penyiksaan, sedangkan di rumah mereka saja penyiksaan begitu keji. Kedua anak lelaki Jendral Ahmad Yani berusaha akan memeluk bapaknya saja dibentak, dilarang.

Bahkan ketika anak-anak Jendral Ahmad Yani berlarian hendak mengejar ayahnya yang diseret pasukan Tjakrabirawa, mereka diancam akan ditembak jika ada yang keluar.

Bayangkan, sama anak-anak saja PKI berani dan tega mengancam tembak.

Dalam wawancara dengan Kumparan, putri Ahmad Yani, Amelia menceritakan:

"Mereka (PKI) bergerak dari Lubang Buaya pada 30 September tengah malam dan sampai di rumah 7 prajurit antara pukul 04.00 dan 04.30 WIB, tanggal 1 Oktober 1965, Jumat legi," ujar Amelia kepada kumparan melalui sambungan telepon, Selasa (19/92017).

Tanpa takut, Yani langsung melakukan perlawanan. Tanpa ragu pasukan tersebut langsung menembak ke arah Yani.

"Ayah kami Ahmad Yani yang melakukan perlawanan, langsung ditembak dan kemudian diculik. Masih dalam piyama abu-abu di depan mata kami semua," kata Amelia lagi.

Sebelum ditembak, Yani, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat, menyempatkan diri untuk mengepalkan tangan kanannya dan meninju salah satu pasukan Tjakrabirawa yang membentaknya.

"Ayah kami meninju salah satu


Tjakrabirawa yang berani membentak beliau dan tinju langsung mendarat di kepala seorang Cakrabirawa yang langsung roboh," ucapnya lagi.

"Ayah berbalik dan menutup pintu kaca. Dalam jarak 1,5 meter, tembakan beruntun tepat mengenai ayah kami," ujarnya.



Kenangan itu masih membekas di ingatan Amelia. Bagaimana suara tembakan beruntun yang lebih mirip suara halilintar itu memecah keheningan subuh. Tak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan putri ketiga Ahmad Yani ini saat itu. Takut, marah, sedih.

Adegan para pasukan Tjakrabirawa menyeret tubuh sang Panglima Angkatan Darat menambah histeris suasana pagi itu.

"Beliau jatuh berlumur darah. Kami menangis dan menjerit-jerit sejadinya melihat ayah kami diseret-seret. Mereka menarik kedua kaki ayah kami dan berlari menyeretnya," ujarnya.

Amelia masih ingat bagaimana ia masih berusaha mengejar sang ayah yang sudah diangkut masuk ke dalam sebuah truk.

"Kami sambil menangis menjerit mengikuti ayah kami di belakang prajurit Tjakrabirawa," tuturnya.

Namun, Amelia bersama tujuh saudaranya yang lain tak bisa mengejar hingga jauh. Langkahnya mereka dihentikan oleh pasukan Tjakrabirawa serta ratusan pasukan yang memakai baju hijau tanpa sepatu sambil membawa senjata.

"Kalau tidak masuk akan ditembak semua," kenang Amelia atas ucapan pasukan yang sudah mengepung rumahnya.

Senjata sudah siap dikokang dan ditembakkan ke arah istri serta anak Ahmad Yani. Keluarga Yani hanya bisa nangis sejadi-jadinya dan menjerit. Tak ada yang bisa menolong.


(Jenderal TNI Ahmad Yani bersama keluarga - Repro Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani)

***

JADI bagi anak-anak dan keturunan PKI serta simpatisannya, yang ngotot PKI tidak salah, PKI tidak melakukan pembunuhan dan kekejian, PKI hanyalah korban, hentikan saja kebohongan itu. Apalagi kalau kalian tidak melihat dan mengalami sendiri.

Menghilangkan nyawa orang secara paksa itu saja sudah merupakan penyiksaan!

Dahulu PKI membunuh para jendral yang difitnah ikut Dewan Jendral, meninggalkan luka psikis dan trauma mendalam pada putra putrinya.

Apakah sekarang anak-anak PKI dan simpatisannya masih belum puas dan ingin kembali melukai perasaan anak-anak korban kekejaman PKI?

Senin, 18 September 2017

TERIMAKASIH WARGA FILIPHIN, YANG SUDAH MELEPASKAN WNI YANG TELAH DI SANDRA

TERIMAKASIH WARGA FILIPHIN, YANG SUDAH MELEPASKAN WNI YANG TELAH DI SANDRA

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan terima kasih kepada militer Filipina (Armed Force of the Philipines/AFP) yang telah membantu membebaskan dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Sawal dan Saparudin.

TADI MALAM !!! Rusuh Tolak PKI di YLBHI, Siapa Dalang Sebenernya Ini Dia

"Saya terima kasih kepada partner TNI, yakni AFP yang telah menyelamatkan dua sandera kita. Mereka pun berjanji untuk segera menindaklanjuti lima WNI yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf," kata Panglima TNI usai Pembukaan Piala Panglima TNI 2017, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2017).

Gatot menjamin bahwa pembebasan dua sandera itu tidak ditebus.
"Ini merupakan upaya diplomasi TNI dengan militer Filipina. Lima WNI lainnya masih dalam proses," kata Gatot.

WIRANTO : Tanparan Untuk Jokowi [ Terlalu Detail Atur Peran TNI Tangani Terorisme]

Karena itu, lanjut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini,  pembebasan sandera ini harus benar-benar dilakukan dengan teliti dan benar-benar aman.
"Jangan sampai nanti kita salah langkah. Tidak ada negosiasi untuk ganti rugi, tidak ada," tegas Panglima TNI.

KOPASSUS... Gagah Dan Mengerikan. Masuk Sarang Musuh Tanpa Senjata, RESIKO MATI sudah menjadi makanan sehari-hari

Kedua WNI disandera Abu Sayyaf sejak 19 November 2016. Keduanya berhasil dibebaskan oleh Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) untuk dievakuasi ke rumah sakit di Zamboanga untuk mendapat perawatan medis.
"Kini kondisinya sudah dalam keadaan baik dan sehat," kata Gatot Nurmantyo.

TADI MALAM !!! Rusuh Tolak PKI di YLBHI, Siapa Dalang Sebenernya Ini Dia

TADI MALAM !!! Rusuh Tolak PKI di YLBHI, Siapa Dalang Sebenernya Ini Dia


Ketegangan menyelimuti gedung kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Senin 17 September dinihari. Sekelompok massa berteriak di depan gedung sambil berusaha masuk ke dalam kantor pemberi jasa bantuan hukum tersebut.

WIRANTO : Tanparan Untuk Jokowi [ Terlalu Detail Atur Peran TNI Tangani Terorisme]

Barikade polisi berusaha mencegah kelompok massa itu. Namun, mereka melawan hingga bentrok pun tak terhindarkan. Massa melempar petugas dengan batu, hingga 5 orang polisi harus dilarikan ke rumah sakit.

Keberingasan massa, diduga bermula dari informasi hoax atau palsu di media sosial. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan, informasi itu menyebutkan ada kegiatan seminar tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) digelar di kantor YLBHI.

MANTAP JIWA Warga Aceh Barat Serahkan Senjata SS1-V5 kepada TNI

"Ya itu tadi, isu yang berkembang, kadang-kadang di medsos hoax. Itu yang sehingga dijabarkan oleh orang-orang yang hanya menerima informasi sepihak," kata Idham di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9/2017).
Sejumlah massa mulai berunjuk rasa di depan kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, sejak Minggu 17 September sore. Massa terus bertahan dan mengepung YLBHI dan sekitarnya hingga pukul 23.00 WIB. Kondisi ini pun sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Diponegoro tersendat.
Semakin malam, massa semakin tak terkendali. Pantauan Liputan6.com di lokasi, mereka mendorong pagar gedung YLBHI sambil meneriakkan kata-kata intimidasi kepada peserta diskusi yang ada di YLBHI.

Jago Beatbox dan Acapella, Aksi Prajurit TNI Bikin Kagum

"Tangkap PKI, PKI yang hancurkan bangsa," teriak demonstran sambil berusaha menduduki pagar gedung YLBHI. Mereka juga menyerukan takbir dan mendesak masuk gedung YLBHI untuk menangkap orang yang disebut-sebut PKI.
Massa terus bertambah, Di antara mereka terlihat ada yang membawa poster bertuliskan tuntutan agar YLBHI dibubarkan atau ditutup. Beberapa demonstran ada yang berteriak agar laskar bergerak maju.

Jika Dilibatkan, TNI Siap Kejar Teroris hingga ke Hutan

Akibat kejadian ini, Jalan Diponegoro atau akses menuju Rumah Sakit Cipto Manungkusumo (RSCM) dari arah Menteng lumpuh dipenuhi massa.
Belum diketahui jelas dari mana asal massa tersebut. Tapi beberapa di antaranya kepada Liputan6.commengaku dari massa antikomunis.

Minggu, 17 September 2017

WIRANTO : Tanparan Untuk Jokowi [ Terlalu Detail Atur Peran TNI Tangani Terorisme]

WIRANTO : Tanparan Untuk Jokowi [ Terlalu Detail Atur Peran TNI Tangani Terorisme]

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, untuk mengatur peran TNImenghadapi terorisme, jangan terlalu detail diatur dalam Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Terorisme.
"Kita katakan jangan terlalu detail. Karena kalau terlalu detail, berarti justru membatasi gerakan-gerakan lawan terorisme yang kemungkinan sangat beragam variabelnya. Tidak mungkin dikejar dengan detailing dalam satu undang-undang," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

MANTAP JIWA Warga Aceh Barat Serahkan Senjata SS1-V5 kepada TNI


Dia menuturkan, pemerintah memberikan gambaran ruang yang cukup luas untuk manuver TNI bersama polisi, sehingga membentuk satu sinergi yang kuat.
"Yang penting jangan langkahi prosedur. Yang penting tugas pokok dapat dilaksanakan. Karena melawan teroris, dia (teroris) enggak pakai aturan. Mereka bebas bergerak, menyerang, beraksi. Kalau kita terpaku pada aturan sangat kaku, kita enggak bisa menyelesaikan masalah itu," ungkap Wiranto.
Karena itu, kata dia, kesepakatan pemerintah dengan Panja DPR RI mendesak agar revisi UU Terorisme tersebut cepat selesai, sehingga dapat digunakan.

NGERiii Seorang Prada TNI Hajar 15 Polisi Sampai Babak Belur , Ini Dia Penyebabnya !!!

Soal wacana perpres untuk mengatur lebih rinci peran TNI dalam menangani terorisme, dia masih enggan menjelaskan secara detailnya.
"Kalau dibutuhkan ke sana, kita buatlah. Kita pokoknya jangan kaku melawan sesuatu yang bersifat borderless (tanpa batas), enggak ikut aturan atau undang-undang. Kita luwes saja," tandas Wiranto.

Pelibatan TNI Tangani Teroris

Ketua Panja Revisi Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Muhammad Syafi'i, memastikan, pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan terorisme. Ia mengatakan DPR maupun pemerintah sudah menyepakatinya.

KAMU WAJIB TAHU !!! INILAH BAGAIMANA ORANG MYANMAR MEMANDANG ORANG ROHINGYA

Hal ini ia sampaikan usai menghadiri rapat tertutup di Kemenko Polhukam. Dalam kesempatan itu, ia membahas revisi UU tersebut bersama Menteri Wiranto.
"Antara Panja DPR dan Wiranto sepakat bahwa pelibatan TNI dalam pemberantasan teroris sesuatu yang tidak lagi diperdebatkan. Di UU Terorisme ini kita pastikan TNI terlibat dan bukan BKO (Bawah Kendali Operasi)," kata Syafi'i di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat 15 September 2017.
Dia menuturkan, pelibatan itu akan diatur lebih rinci dalam peraturan presiden (perpres). Dengan begitu, keterlibatan TNI tidak akan menjadi masalah.


MANTAP JIWA Warga Aceh Barat Serahkan Senjata SS1-V5 kepada TNI



Meulaboh – Muhibbus Sabri, umur 45 tahun warga sipil yang merupakan mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyerahkan satu pucuk senjata api jenis SS1-V5 kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0105/ Aceh Barat, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
“Sampai tahun 2000 senjata ini saya simpan di hutan kawasan Seulimum, Aceh Besar, sesudah pindah ke Aceh Barat pada tahun 2011, senjata ini juga saya bawa dan saya simpan dengan sangat rapi di hutan Woyla,” ujar Muhibbus Sabri, Sabtu 16-9-2017 di Meulaboh.
Pernyataan itu disampaikan disela-sela penyerahan Senapan SS 1 kepada Komandan Kodim 0105/ Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma, di Aula Makodim setempat, Senapan SS 1 tersebut diserahkan dengan penuh kesadaran tanpa paksaan atau intimidasi.

Ribuan Warga Rohingya Telah Tewas Oleh Polisi Myanmar, Jika Pak Jokowi Perintahkan Kami Maka Kami Siap Berangkat Kapan Saja !!!

Pria yang namanya disebut-sebut Tengku Seulimum ini, mengaku membeli senjata tersebut dengan harga Rp 29 juta dari pihak yang tidak mau dia disebutkan
Warga kecamatan Woyla, Aceh Barat ini mengaku masih takut menyerahkan senjata api pada pihak berwajib, walaupun sudah terjadi perdamaian antara GAM dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak 2005 silam yang ditandai dengan penandatanganan MoU di Helsinki, Firlandia.

[VIDEO] Keren Inilah Cuplikan Film TNI 2017 “Merah Putih Memanggil” Libatkan Semua Pasukan Khusus TNI

“Seiring dengan kondusifnya Aceh, dengan keyakinan itu saya serahkan senjata yang pernah saya gunakan kepada Kodim 0105. Saya sadar, tidak ada hak memegang senjata ini lagi, Aceh sudah damai,” tutur Muhibbus Sabri .
Sementara itu Dandim 0105/ Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma, menambahkan, senjata yang mereka terima itu masih sangat aktif digunakan, lengkap dengan magazen, satu utas tali sandang serta 17 butir peluru yang selama ini disimpan.
“Senjata api ini tidak digunakan untuk aksi kejahatan atau menganggu keamanan, tetapi yang bersangkutan tidak menyerahkannya ke pihak berwajib. Keberadaan senpi ini berhasil digalang oleh anggota unit Intel Kodim 0105/ Aceh Barat,” ujar Muhibbus Sabri.

PERSYARATAN MENJADI Bintara Polri (Polisi Tugas Umum dan Polwan)

Dalam konferensi pers, Dandim Herry menyampaikan, pemilik senjata adalah mantan pasukan Komando Pusat GAM yang semasa konflik di-BKO-kan dari wilayah Pase ke wilayah Aceh Jaya dan Aceh Barat.
Senjata tersebut diamankan di Markas Kodim 0105 dan akan dilaporkan ke komando atas untuk bahan pertanggungjawaban. Kepada Sertu Zainuddin dan Sertu Muhammad yang berhasil melakukan Binter dan penggalangan senpi itu akan diberikan penghargaan.

Inilah Alasan Polisi Ganteng Zulkiram Keluar Dari Kepolisian, Bukan Ingin Menjadi Artis Tapi Karena Ingin Mendalami

Penyerahan Senapan SS1  ini adalah untuk kedua kalinya sepanjang September 2017 ini kepada Kodim 0105, Dandim Letkol Inf Herry Riana Sukma menyatakan terbuka untuk menerima penyerahan senjata dari warga sipil, apabila masih ada yang menyimpan senjata api. (Antara).

Kamis, 14 September 2017

Ribuan Warga Rohingya Telah Tewas Oleh Polisi Myanmar, Jika Pak Jokowi Perintahkan Kami Maka Kami Siap Berangkat Kapan Saja !!!

Ribuan Warga Rohingya Telah Tewas Oleh Polisi Myanmar, Jika Pak Jokowi Perintahkan Kami Maka Kami Siap Berangkat Kapan Saja !!!

Otoritas Myanmar disebut telah menewaskan lebih dari seribu warga Muslim Rohingya dalam operasi militer di Negara Bagian Rakhine sejak Oktober lalu.

Hal ini diungkapkan dua pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menolak disebutkan namanya kepada Reuters, 

[VIDEO] Keren Inilah Cuplikan Film TNI 2017 “Merah Putih Memanggil” Libatkan Semua Pasukan Khusus TNI


Kedua pejabat PBB yang berasal dari dua organisasi berbeda tetapi sama-sama mengurusi pengungsi Rohingya di Bangladesh, khawatir kondisi yang dialami warga Rohingya jauh lebih buruk dari yang dibayangkan komunitas internasional.

"Saat ini baru tercatat ratusan korban tewas,” kata pejabat pertama. “Namun ini kemungkinan jauh lebih rendah dari yang seharusnya. Kami bahkan memprediksi ada ribuan kematian.” 

Sejak Myanmar menggelar operasi militer untuk memburu pembunuh sembilan polisi penjaga perbatasan di Rakhine empat bulan lalu, sekitar 70 ribu warga Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangaldesh karena tak kuat menghadapi siksaan dan ancaman pembunuhan.

Melihat Seragam Baru TNI AD, Pasti Bikin Kamu Ngiri !!!!

Pemerintah Myanmar mengakui operasi ini setidaknya menewaskan 100 warga Rohingya. Tapi, mereka membantah tudingan para korban bahwa tentara Myanmar membunuh, menyiksa dan memperkosa perempuan serta anak-anak Rohingya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang, juru bicara kepresidenan Myanmar, Zaw Htay,mengatakan, “Jumlah mereka lebih besar dari hitungan kami. Kami harus mengecek lagi.”

Menurut kesaksian para pengungsi Rohinya yang dikumpulkan Reuters selama dua pekan terakhir, tentara mulai meningkatkan serangan sejak pertengahan November lalu. Badan PBB, OHCHR menyebut serangan ini sebagai, “kebijakan teror sistematis.”

"Jika melihat para pengungsi yang datang, mayoritas adalah perempuan. Mereka bicara tentang suami yang tewas atau saudara lelaki yang hilang. Di mana para lelaki itu,” kata sang pejabat PBB. 

NGERiii Seorang Prada TNI Hajar 15 Polisi Sampai Babak Belur , Ini Dia Penyebabnya !!!


Khatun Hazera, salah satu pengungsi Rohingya yang ditemui Reuters di kamp pengungsian Bangaldesh mengisahkan tentara menembak mati suaminya, sepulang mengajar dari sekolah.

“Setelah menembak, jasad suami saya digantung terbalik, kemudian dipasang pedang, dan dipotret,” ujar perempuan berusia 35 tahun asal Kya Guang Taung itu.

Mertua Hazera memberikan kesaksian serupa dalam wawancara terpisah.
Laporan ini hanya berselang beberapa jam setelah Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia, mengutuk kekejaman terhadap warga Rohingya.

Fransiskus, imigran Italia di Argentina ini terang-terangan mengatakan bahwa warga Rohingya telah disiksa dan dibunuh, “Hanya karena mereka ingin hidup sesuai dengan budaya dan agama Islam.”

Pernyataan Paus dikeluarkan dalam rangka menanggapi laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada pekan lalu yang mengatakan pasukan keamanan di utara negara itu telah melakukan pembunuhan massal, pemerkosaan dan telah membakar desa-desa.

Setelah laporan itu dikeluarkan pada hari Jumat pekan lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad al-Hussein, mengatakan bahwa pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi telah berjanji untuk menyelidiki tuduhan.

KAMU WAJIB TAHU !!! INILAH BAGAIMANA ORANG MYANMAR MEMANDANG ORANG ROHINGYA


Myanmar, sebuah negara yang mayoritas warganya menganut Buddha, sebelumnya membantah hampir semua tuduhan pelanggaran HAM terhadap Muslim di utara negara itu, Rakhine.

Tetapi laporan PBB sejak lama menyebut sekitar 1,1 juta warga Rohingya hidup dalam kondisi seperti era apartheid Afrika Selatan. Karena dianggap sebagai imigran illegal dari Bangladesh, penduduk Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan dan hak-hak dasar lain sebagai warga negara yang dilindungi.

Selasa, 12 September 2017

[VIDEO] Keren Inilah Cuplikan Film TNI 2017 “Merah Putih Memanggil” Libatkan Semua Pasukan Khusus TNI

[VIDEO] Keren Inilah Cuplikan Film TNI 2017 “Merah Putih Memanggil” Libatkan Semua Pasukan Khusus TNI


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meluncurkan film “Merah Putih Memanggil” di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/4).
Gatot menjelaskan, film tersebut berisikan semangat perjuangan dan konsistensi TNI dalam membela “Merah-Putih”. TNI tidak pernah mundur dan surut untuk mempertahankan keutuhan negara ini.


“Kami ingin meyakinkan masyarakat maupun pihak luar bahwa TNI selalu ada untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia,” kata Gatot.


Menurutnya, film itu sengaja diberi judul “Merah-Putih Memanggil.” Tujuannya untuk memanggil semua anak bangsa, terutama TNI untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apa pun ancamannya.
“Film ini ingin menunjukkan TNI mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan operasi militer di daerah mana pun,” tegasnya.
Dia menuturkan, film tersebut akan tayang pertama di bioskop-bioskop 5 Oktober 2017 bertepatan dengan perayaan HUT TNI. Film tersebut bercerita tentang konsistensi membela Merah-Putih lewat operasi pembebasan WNI di kapal pesiar yang disandera oleh sekelompok teroris.
Film ini disutradarai Mirwan Suwarso dan diproduseri oleh Jose S. Karjadi. Naskah dan skenario film ditulis mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara TB Silalahi.
Proses pembuatan film ini melibatkan pasukan Kopassus TNI AD, Marinir, Kopaska, Penerbal, KRI Diponegoro, kapal selam KRI Nanggala, dan Skadron pesawat tempur Sukhoi SU-30 dari TNI AU.

Aktor-aktor film tersebut yakni seorang personel TNI AD Maruli Tampubolon dan beberapa bintang film nasional, antara lain Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga, dan Prisia Nasution.
Hadir mendampingi Gatot, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, dan sejumlah perwira tinggi (Pati) TNI yang lainnya.(beritasatu)


Melihat Seragam Baru TNI AD, Pasti Bikin Kamu Ngiri !!!!

Melihat Seragam Baru TNI AD, Pasti Bikin Kamu Ngiri !!!!

Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Battle Dress Uniform (BDU) terbaru. Warna hijau dari Pakaian Dinas Lapangan (PDL) ini lebih menyatu dengan alam, sehingga memaksimalkan kamuflase pasukan. Motif bercak lorengnya pun lebih halus karena menggunakan pixel/ digital effect. Code dress dan atribut diperbaiki penampilannya mendekati model US Army.



PDL yang baru ini terlihat lebih trendy dan modis. Jika pasukan Indonesia berbaris atau defile memang tidak terlihat ada yang aneh dengan mereka. Namun jika pasukan TNI digabungkan dengan pasukan negara lain, terutama pasukan negara maju, maka loreng/PDL pasukan TNI terlihat sedikit “jadul”, alias jaman dulu.

NGERiii Seorang Prada TNI Hajar 15 Polisi Sampai Babak Belur , Ini Dia Penyebabnya !!!


Rasa gagah dan nyaman dengan pakaian dinas diharapkan akan menambah percaya diri pasukan dalam menjalankan setiap kegiatan/ operasi mereka.
Brigif 17 Kostrad ?
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mengapa Brigif Linud 17 Kostrad yang pertama mendapat BDU baru ?. Keputusan ini bisa saja random. Akan tetapi jika dilihat dari jenjang militer, Kostrad merupakan unsur pasukan lapangan yang paling besar di TNI. Panglima Kostrad dipimpin oleh Jenderal bintang tiga. Sementara Kopassus dan Kodam dipimpin oleh Jenderal berbintang dua.

KAMU WAJIB TAHU !!! INILAH BAGAIMANA ORANG MYANMAR MEMANDANG ORANG ROHINGYA

Kalau pilihannya jatuh ke Kostrad, lalu pasukan mana yang lebih dulu menggunakannya ?. Tentu pasukan yang senior. Dan mereka adalah Linud Kostrad, yang sudah malang melintang di medan pertempuran.
Brigif Linud 17 terdiri dari tiga bataliyon: Yonif Linud 305/Tengkorak (Karawang, Jabar), Yonif Linud 328/Dirgahayu (Cilodong, Kab.Bogor), dan Yonif Linud 330/Tri Dharma (Cicalengka, Kab Bandung). Markas Brigif 17 terletak di Cijantung (Jakarta Timur), satu komplek dengan Mako Kopassus, Yonkav 1 Badak Ceta Cakti/Kostrad, dan Yonkav 7 Panser Khusus/Kodam Jaya.

Foto TNI Gendong Anaknya Ini Bikin nETIZEN TERENYUH, JANGAN LUPA LIKE DAN BAGIKAN

Brigif Linud 17 Kostrad, telah mencetak jenderal-jenderal ternama, antara lain: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Endriartono Sutarto dan Jenderal (Purn) Feisal Tandjung, Mantan KASAD Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, Letjen (Purn) Djamari Chaniago, Letjen (Purn) Suaidi Marasabesi, Letjen Purn Prabowo Subianto, Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Letjen (Purn) Fachrul Razie, Letjen (Purn), Djadja Suparman, Irjenad Mayjen Geerhan Lentara dan banyak lagi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghabiskan sebagian karir militernya di Brigif Linud 17/Kostrad diawali dengan menjabat sebagai Danton Pan Yonif Linud 330/Kostrad pada 1974-1976. SBY kemudian dipercaya menduduki kursi Danton Pan Yonif Linud 305/Kostrad tahun 1976-1977, Danton MO 81 Yonif Linud 320, Pasi Ops Mabrigif Linud 17/Kostrad, dan Danki Pan Yonif Linud 330/Kostrad.

Alhamdulillah, Panglima TNI Ijinkan Prajurit Wanita Berjilbab, Pernyataan Panglima Bikin Haru Jutaan Umat

Karir puncak Yudhoyono di Brigif Linud 17 adalah pada 1993-1994 saat ia menjabat sebagai Komandan Brigif Linud 17/Kostrad dengan pangkat Kolonel Infanteri.

Selain BDU/ PDL, kelengkapan pasukan juga disempurnakan seperti: ransel tempur, sepatu, decker pelindung lutut, sarung tangan, sarung senjata, perlengkapan minum, komunikasi dan lain sebagainya.



NGERiii Seorang Prada TNI Hajar 15 Polisi Sampai Babak Belur , Ini Dia Penyebabnya !!!


Seorang PRADA TNI  Hajar 15 Polisi Saat Riding Tak Pake Helm Konci Dicabut Polisi. Ya, kejadian adalahh Bima, dimana 15 orang Anggota Polres BIMA kalangkabut di hajar oleh seorang PRADA dari YONIF 321 PARA RAIDER KOSTRAD. Insiden adu jotos antara oknum TNI dan Sat Lantas di Bima ini terjadi pada Kamis (27/4/2017). Menurut Bimakini  Baku hantam itu terjadi ketika razia yang dilakukan anggota Sat Lantas depan Mapolres.

Masih Ingat Anak "2 Tahun" Asal Indonesia Ini Menghisap "40 Batang Rokok" Setiap Hari? Kini Penampilannya Di Usia 9 Tahun Membuat Semua Orang Kaget!

Kejadian ini ramai merebak di sosmed, lalu juga diberitakan olehg media mainstrim. Salah satunya adalah dipublish akun fb Yoyok added 3 new photos. 3 hrs dengan statmen berikut:
“SATU vs LIMABELAS
15 orang Anggota Polres BIMA kalangkabut di hajar oleh seorang PRADA dari YONIF 321 PARA RAIDER KOSTRAD.
perkelahian tsbt jadi tontonan masyarakat seorang Prada mampu membuat tumbang 15 orang Anggota polres pas di depan kantor Polres itu sendiri.
Kronologi kejadian :
Seorang PRADA TNI sedang mengendarai sepeda motor Vixion tanpa menggunakan helm..lalu di tahan oleh polisi yg ada di gambar tsbt..ditanya surat2 dan sim semuanya lengkap.

Foto TNI Gendong Anaknya Ini Bikin nETIZEN TERENYUH, JANGAN LUPA LIKE DAN BAGIKAN


Namun pas di tanya helem si Prada pun mengakui kesalahan dan meminta maaf tp tdk di hiraukan oleh para polisi lalu kunci motor prada di ambil oleh polisi.
Sehingga si PRADA pun menerapkan YONGMODO nya thd para polisi..
Wihhh seru banget kaya di film2 gitu.
1 orang vs 15 orang.
JOSSS !!!
Berikut foto detailnya:

Sementara itu Bimakini menulis beritanya bahwa berdasarkan seorang saksi mata, Haris yang melihat adu jotos antara oknum TNI dan polisi memaparkan bahwa ketika itu itu, oknum TNI tidak berseragam, ia tak mengenakan helm dan ditahan anggota Sat Lantas. Saat diminta surat kendaraan, surat kendaraan berupa STNK dan SIM lengkap. Kemudian oknum TNI itu juga sempat meminta maaf karena tidak memakai helm dengan alasan buru-buru. Namun, entah karena apa tiba-tiba terjadi adu jotos antara oknum TNI itu dengan beberapa anggota polisi.

Alhamdulillah, Panglima TNI Ijinkan Prajurit Wanita Berjilbab, Pernyataan Panglima Bikin Haru Jutaan Umat

Selanjutnya kurang lebih enam anggota polisi keluar dari Mapolres dan langsung mengepung. Tidak lama berselang datang lagi sekitar 10 orang. Nah masih menurut suber ini hampir semua anghota polisi yang berkelahi terkena pukulan prada ini, menurut pengungkapan saksi mata ini kuat sekali tentara mungkin barusan pulang pendidikan.
Akhirnya Prada ini dipukuli dengan popor senapan, dan tidak berdaya lalu digiring ke Mapolres dan tidak lama dibawa menuju arah Kota Bima. Selanjutnya, melihat anggota Polisi dikumpulkan setelah insiden itu.
Sementara itu Kapolres Bima Kabupaten, AKBP M Eka Fathurrahman, SIK membenarkan kejadian tersebut dan hanya mengatakan bahwa itu miss komunikasi, dan udah didamaikan saat itu juga.
Pasca kejadian ini  Jajaran Kodim 1608 Bima dan Polres Bima Kabupaten, merespon cepat untuk mendamaikan. Anggota TNI tersebut adalah Prada Burhan dari Kesatuan Yonif R/321/12/1 Kostrad Majalengka dan Bripka Basti, anggota Satlantas Polres Bima Kabupaten langsung didamaikan. Kasdim 1608 Bima, Mayor Infantri Abdul Haris menjelaskan, insiden itu karena kesalapahaman antara oknum anggota TNI Prada Burhan dan Bripka Basti. Keduanya didamaikan secara institusi.